Senin, 06 Juni 2011

Pencemaran Nuklir? Kelinci Lahir Tidak Bertelinga Di Fukushima (foto Dan Video)

Masyarakat dunia kini gempar dengan hadirnya sebuah video yang bertajuk “A Rabbit Was Born Without EARS Near Fukushima” di Youtube (videonya ada di bawah ini). Video tersebut telah menjadi populer. Masyarakat dunia kini percaya bahwa pencemaran nuklir di daerah Fukushima itu adalah penyebab dari kelinci yg tidak bertelinga tersebut. Hal yang paling mereka takuti telah menjadi kenyataan. 

cekidot videonya  :



buat yg males bupper, ane kasih sedikit penampakannya  :


Informasi yang berkaitan dengan video kelinci tidak bertelinga di Youtube :


Quote:
Little animal has put fear in the local people who fear that it would be the result of the radiation disaster from Fukushima. Some experts believe the animal was born with deformities as a result of leakage of radioactive substances from the plant devastated by the tsunami of 11 March. Analysis will confirm or refute this theory.

Otherwise, the animal behaves normally and there are no other differences from other rabbits. The rabbit without ears was born on 30 kilometers of Fukushima.

Berhubung ada yg request terjemahan bahasa indonesianya, niih, ane kasih :

Hewan kecil telah menimbulkan ketakutan di masyarakat setempat yang takut bahwa hal itu terjadi akibat bencana radiasi dari Fukushima. Beberapa ahli percaya binatang ini lahir dengan cacat sebagai akibat dari kebocoran zat radioaktif dari tanaman hancur akibat tsunami 11 Maret. Analisis lebih lanjut akan mengkonfirmasi atau membantah teori ini.

Di luar itu, hewan ini berperilaku normal dan tidak ada perbedaan lain dari kelinci lain. Kelinci tanpa telinga lahir di lokasi dengan jarak 30 kilometer dari Fukushima.
Komentar dari salah satu blogger Jepang: 

Quote:
The YouTube user’s location is listed as the Tsushima area of Namie town, which happens to lie at the northwest edge of the original 30 kilometer exclusion zone set up around the Fukushima Daiichi nuclear power plant. According to data released by the Japanese and U.S. governments, it was one of the places that suffered from considerable radioactive. Based on that data, the Japanese government expanded the evacuation zone in April, telling all residents of Namie to leave the area.

The anonymous uploader claims that there is “cover-up” [隠蔽工作] taking place. Apparently this rabbit is proof that the government has been lying about the health risk from the radiation leak. He/She claims that rabbits have a faster life cycle than humans, so they are an indication of what may eventually happen to human babies in Japan.

The video has gone viral, getting over 375,000 views in just a few days.

While the video has received a lot of attention and support from conspiracy theorists, there are also several comments on YouTube that question the authentically of the video. Critics point out that:

- There is no evidence that this video was actually filmed in Fukushima.
- There is no evidence that this video was filmed after the Fukushima Daiichi nuclear accident.
- Some of the Japanese phrases used in the video description sound unnatural. Was this video even uploaded by somebody in Japan?

This looks awfully clean to be a birth defect caused by radiation.

10 Cara Ajak Balita Cinta Bumi ala Gibhor

Quote:
Kita semua perlu peduli dan mencintai lingkungan, termasuk si balita juga bisa! Apalagi anak-anak adalah generasi penerus yang akan hidup lebih panjang menikmati bumi yang indah. Apa yang bisa Anda ajarkan padanya? 

  1. Buang Sampah di Tempatnya
    Bencana banjir yang sering terjadi belakangan ini bisa Anda jadikan contoh akibat buang sampah sembarangan. Ajarkan balita membuang sampah pada tempatnya. Jangan lupa sediakan tempat sampah di beberapa sudut rumah, seperti kamar tidur, ruang keluarga, ruang bermain agar mempermudah dia untuk menemukan tempat sampah. Juga sediakan tempat sampah kecil di dalam mobil –sampah bungkus makanan tidak dibuang ke jalan tentunya! 

    Quote:
    Originally Posted by ~GibHor~
    Beri pemahaman akan dampak negatif sampah seperti banyak kuman dan bisa mendatangkan penyakit atau bisa menyebabkan banjir.
  2. Membersihkan Halaman Rumah
    Biasanya si bibi atau mbak yang bertugas membersihkan halaman rumah dari sampah dedaunan. Sesekali ajak balita bersama Anda membersihkannya. Minta dia menyapu atau mengambil daun-daun yang jatuh ke tanah. Anda dapat menjelaskan bahwa membersihkan halaman rumah merupakan bentuk dari cinta pada lingkungan yang bersih. Untuk menambah keseruan, ajak dia untuk menghitung daun yang sudah dikumpulkan, lalu menimbun daun-daun tersebut agar bisa ‘berubah’ menjadi pupuk.

    Quote:
    Originally Posted by ~GibHor~
    Untuk menjaga kesehatan si kecil, gunakan masker. Setelah aktivitas bersih2 selesai, segera cuci tangannya.
  3. Memelihara Binatang Peliharaan
    Anjing atau kelinci merupakan binatang peliharaan yang aman untuk anak-anak. Mereka juga bisa dilatih menjadi sahabat untuk anak. Layaknya sahabat, balita bisa diajarkan bagaimana memelihara, mencintai dan menyayangi binatang. Misalnya memberi makan dan minum, memandikan, bermain bersama, mengelus dan tidak memukul. Cara ini merupakan salah satu trik mengajarkan anak untuk mencintai makhluk hidup lain di luar manusia.

    Quote:
    Originally Posted by ~GibHor~
    Sedikit tips agar si kecil aman bermain dengan hewan piaraan 
    Tips Agar Si Kecil Aman Main dengan Hewan Peliharaan
  4. Ayo, Menanam Tanaman!
    “Manfaatkan” balita yang haus pengalaman dan petualangan untuk menanam tanaman bersama. Ajarkan juga untuk merawat tanamannya. Bila tanaman kelak berkembang subur, dia boleh dapat hadiah. 

    Quote:
    Originally Posted by ~GibHor~
    Tambahkan sedikit pengatahuan tentang tanaman misalnya nama tanaman yg dia tanam atau sirami.
  5. Ajarkan Hemat Air
    Dengan membiasakan mematikan keran saat sikat gigi, balita belajar menghemat air bersih, begitu juga ketika mandi. Tak apa untuk membawa bebek karetnya, atau mobilan amfibinya ke kamar mandi, namun cukup siapkan seember kecil air untuk bermain dan jangan berikan lagi bila airnya dibuang percuma. Katakan padanya, bebek tak dapat berenang lagi bila airnya habis terus menerus dibuang.

    Quote:
    Originally Posted by ~GibHor~
    Bold: salah satu trik yg bisa digunakan agar si kecil tidak membuang2 air. Anak biasanya suka bermain2 dengan air, pemahaman hemat air akan lebih mudah dicerna anak dengan memberikan contoh kasus.
  6. Membawa Makanan dan Minuman Sendiri
    Membeli jajanan atau camilan di luar rumah pasti akan menggunakan plastik kemasan yang akan terbuang menjadi sampah. Biasakan balita membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Atau membawa wadah sendiri dari rumah untuk membawa makanan dan minuman yang akan dibeli nanti. 

    Quote:
    Originally Posted by ~GibHor~
    Bisa dilakukan dengan membawa tempat bekal/makanan saat si kecil membeli makanan seperti bubur ayam. Tujuannya untuk menghindari penggunaan styrofoam.
  7. Membuat Mainan dari Kardus Bekas
    Ajak balita membuat mainan kereta-keretaan atau mobilan dari kardus bekas. Barang-barang bekas lainnya, seperti botol plastik, piring stirofoam dan lain-lainpun bisa menjadi barang baru. Balita pun belajar bahwa barang-barang yang dibilang sampah masih bisa berguna bila dimanfaatkan. 

    Quote:
    Originally Posted by ~GibHor~
    Mengajarkan anak mengenai recycling suatu benda. Bukan hanya dengan bermain2 saja, tetapi ajaklah anak untuk berkreasi dengan membuat mainan sesuai kreatifitas dan imajinasinya 
  8. Membawa Tas Saat Berbelanja
    Menciptakan kebiasaan “anti kantong plastik” sebagai bentuk cinta pada lingkungan adalah kebiasaan yang diacungi jempol. Tularkan ini kepada anak Anda! Saat berbelanja ke pasar swalayan atau toko, minta juga dia untuk membawa tas belanja kesayangannya. Barang belanjaan yang ringan bisa Anda letakkan di dalam tasnya, katakan padanya “Kamu juga boleh membawa barang belanjaan kita. Kita tidak perlu pakai plastik ya, karena plastik di rumah sudah banyak sekali dan tidak terpakai.”

    Quote:
    Originally Posted by ~GibHor~
    Ketergantungan kita terhadap kantong kresek masih sulit untuk dihilangkan, agak susah nih 
  9. Mari Hemat Listrik
    Ajak anak mencintai lingkungan dengan cara menghemat penggunaan listrik. Ajarkan hal-hal yang mudah dan sederhana, seperti mematikan lampu saat meninggalkan ruangan atau tidak menyalakan lampu pada siang hari karena ada sinar matahari yang menerangi. Atau mematikan televisi langsung ke sumbernya (power off) –bukan posisi standby– bila sudah selesai menonton televisi dan komputer bila ia sudah selesai menggunakannya. Ajaran yang sama perlu Anda terapkan pula untuk berhemat pada baterei di mainannya. Hemat konsumsi energy, awet pula mainannya. 

    Quote:
    Originally Posted by ~GibHor~
    Hal ini perlu ditanamkan sejak kecil, selain menghemat energi, juga menghemat cost bulanan untuk pembayaran listrik. Biasanya anak kecil sehabis menonton tv langsung kabur begitu saja meninggalkan tv yg masih menyala. Ajarkan untuk mematikan alat elektronik melalui tombol power saja, jangan langsung mencabut kabel listrik, terlalu berbahaya 
    Tapi, dampak negatifnya mengajarkan anak mematikan alat elektronik adalah biasanya suka dijadikan mainan, suka menyalakan - mematikan berulang2 
  10. Jalan Kaki atau Naik Sepeda Saat Bepergian
    Banyak manfaatnya bila Anda mengajak anak berjalan kaki atau naik sepeda. Anda mengajarkan padanya tentang mengurangi polusi udara yang keluar dari knalpot kendaraaan bermotor. Juga hemat bahan bakar dan sekaligus memberikan pengalaman menarik selama di perjalanan dengan mengamati pepohonan, jalanan dan aktivitas orang lain. 

    Quote:
    Originally Posted by ~GibHor~
    Bisa mengajak bepergian sambil bermain dengan bersepeda. Berbagai manfaat anak bersepeda diuraikan disini:
    Manfaat Bermain Sepeda Bagi Balita & Faktor² Yang Harus Diperhatikan